Home / Editorial

Editorial

Halaman Editorial Tintabaca

Di Balik Layar: Bagaimana Sebuah Karya Sampai ke Hadapan Anda

Setiap kata yang Anda baca di Tintabaca tidak hadir begitu saja. Ada proses membaca yang tekun, diskusi yang hangat, dan kadang perdebatan kecil tentang letak koma yang paling pas. Halaman ini adalah jendela kecil untuk mengintip bagaimana dapur redaksi kami bekerja.

1. Visi dan Misi Editorial

Visi:

Menjadi ruang digital terpercaya yang merayakan keberagaman suara sastra Indonesia, dari yang kanonik hingga yang eksperimental, dari Sabang sampai Merauke, dari penyair tua hingga penulis yang baru belajar mengeja rasa.

Misi Editorial:

  1. Menyajikan karya sastra Indonesia yang bermutu dan menggugah.
  2. Memberikan panggung bagi penulis baru yang karyanya layak dibaca.
  3. Menjaga ekosistem sastra digital yang sehat, bebas plagiarisme, dan saling menghormati.

2. Tim Redaksi

Di balik nama Tintabaca, ada sekelompok kecil manusia yang mencintai aksara lebih dari sekadar hobi. Mereka adalah pembaca pertama yang bertugas memilah mutiara dari lautan naskah yang masuk.

Semua penulis di TintaBaca.com bekerja secara sukarela atas nama kecintaan terhadap bahasa. Jika Anda ingin bergabung menjadi relawan editor, silakan kirimkan email ke redaksi@tintabaca.com.

3. Proses Seleksi Naskah: Dari Kotak Masuk ke Halaman Depan

Kami menerima puluhan naskah setiap bulannya. Karena Tintabaca adalah ruang yang dikurasi, tidak semua karya yang masuk akan tayang. Berikut alur perjalanan naskah Anda:

Tahap 1: Penerimaan dan Pencatatan

Setiap email dengan subjek [KIRIM NASKAH] akan dicatat dalam sistem kami. Anda akan menerima balasan otomatis sebagai tanda naskah telah masuk ke antrean baca.

Tahap 2: Pembacaan Awal (Screening)

Editor terkait akan membaca halaman pertama atau bait pertama naskah Anda. Di tahap ini, kami mencari “percikan”—apakah tulisan ini punya daya tarik awal yang kuat?

Tahap 3: Pembacaan Menyeluruh dan Diskusi

Jika lolos screening, naskah akan dibaca hingga tuntas. Tim redaksi akan berdiskusi: Apakah cerita ini utuh? Apakah diksinya segar? Apakah ia menyajikan sesuatu yang baru atau menyentuh dengan cara yang baru?

Tahap 4: Keputusan dan Pemberitahuan

Diterima: Anda akan menerima email konfirmasi. Editor mungkin menawarkan sedikit penyuntingan ringan (tipografi, ejaan, atau saran alur minor). Semua perubahan akan dikonfirmasikan ulang kepada penulis sebelum tayang.

Ditolak: Sayangnya, tidak semua karya cocok dengan selera kuratorial kami saat ini. Kami akan mengirimkan email penolakan yang sopan. Harap maklum bahwa volume naskah yang tinggi tidak memungkinkan kami memberikan umpan balik personal untuk setiap naskah yang ditolak.

Tahap 5: Penjadwalan Tayang

Karya yang diterima akan dijadwalkan tayang sesuai kalender redaksi. Kami akan memberi tahu Anda perkiraan tanggal tayangnya.

Estimasi Waktu Respon: 7—14 hari kerja. Jika lebih dari 21 hari belum ada kabar, silakan kirimkan email pengecekan dengan sopan.

4. Standar dan Kriteria Penilaian Karya

Tidak ada rumus pasti untuk karya sastra yang “baik”. Namun, sebagai panduan internal dan untuk memberikan gambaran kepada penulis, berikut adalah hal-hal yang menjadi pertimbangan utama kami:

  1. Keaslian
  2. Bahasa
  3. Emosi & Pikiran
  4. Keterbacaan

Catatan Penting untuk Puisi: Kami terbuka untuk puisi eksperimental, namun tetap menilai apakah eksperimen tersebut terasa “jadi” atau sekadar “aneh tanpa makna”.

Catatan Penting untuk Cerpen: Kami menyukai cerita yang selesai dalam satu tarikan napas baca. Akhir yang menggantung (open ending) sah-sah saja, asal disengaja, bukan karena penulis kehabisan ide di tengah jalan.

5. Kebijakan Penyuntingan

Kami memegang teguh prinsip bahwa naskah adalah milik penulis. Tim editor Tintabaca bertindak sebagai “teman yang membaca dengan kritis”, bukan sebagai “hakim yang mengubah isi”.

Ruang Lingkup Penyuntingan Kami:

  • Penyuntingan Wajib: Pembetulan kesalahan ketik (tipografi), ejaan sesuai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), dan format tanda baca standar.
  • Penyuntingan dengan Konfirmasi: Saran perbaikan alur, penghilangan kalimat yang dirasa berlebihan, atau penggantian diksi. Perubahan jenis ini WAJIB mendapat persetujuan penulis terlebih dahulu.
  • Penolakan Penyuntingan: Jika penulis tidak setuju dengan saran editor, karya tidak akan dipaksakan berubah, tetapi redaksi berhak untuk tidak menayangkan karya tersebut jika perubahan dianggap krusial bagi kualitas tayang.

6. Keberagaman dan Inklusivitas

Tintabaca adalah rumah bagi semua. Kami tidak mendiskriminasi karya berdasarkan suku, agama, ras, gender, orientasi seksual, atau latar belakang sosial penulis. Kami menilai karya berdasarkan isi dan kualitas sastranya, bukan identitas penulisnya.

Kami juga terbuka terhadap karya-karya yang mengangkat isu kelompok marjinal, selama disampaikan dengan riset yang baik dan perspektif yang berempati, bukan eksploitasi.

7. Koreksi dan Hak Jawab

Kami adalah manusia yang tak luput dari khilaf. Jika Anda menemukan kesalahan faktual dalam esai yang kami muat atau kekeliruan atribusi nama penulis, segera laporkan ke redaksi@tintabaca.com dengan subjek [RALAT].

Koreksi Minor (Saltik): Akan diperbaiki segera tanpa pemberitahuan khusus.

Koreksi Signifikan (Kesalahan Fakta/Nama): Akan diperbaiki dan diberi catatan koreksi di bagian bawah konten terkait.

8. Pengiriman Ulang Karya

Jika karya Anda ditolak, jangan berkecil hati. Banyak sastrawan besar lahir dari tumpukan penolakan. Anda dipersilakan mengirimkan karya lain di lain waktu. Namun, kami tidak menerima pengiriman ulang karya yang sama persis setelah ditolak, kecuali telah melalui revisi struktural yang sangat signifikan dan disertai penjelasan.

9. Bergabung dengan Tintabaca

Ingin lebih dari sekadar pembaca atau penulis? Kami kadang membuka lowongan untuk:

  1. Relawan Editor
  2. Ilustrator Sampul Cerpen
  3. Pengelola Media Sosial

Pantau terus halaman ini atau ikuti akun Instagram kami untuk informasi lebih lanjut.

Kami percaya, sastra yang baik adalah hasil dialog sunyi antara penulis, editor, dan pembaca. Terima kasih telah menjadi bagian dari dialog itu.

Salam hangat,
Redaksi Tintabaca
Banten, Indonesia

Daftar Isi