5 Cara Beli Saham Di BEI Melalui e-IPO

Mantap! Nilai IPO Tahun Ini Pecahkan Rekor Sepanjang Masa BEI

Meningkatnya jumlah investor retail saat ini, bisa diartikan bahwa minat dalam melakukan investasi di pasar modal tinggi pula. Jika Anda ingin membeli saham yang ditawarkan Bursa Efek Jakarta (BEI) dalam Initial Public Offering (IPO), Anda bisa melakukannya secara online melalui platform digital, yaitu e-IPO.

e-IPO merupakan sistem penawaran umum berbasis web yang bisa diakses dimanapun dan kapanpun. Menurut Kepala Divis Pengembangan Bisnis BEI, Ignatius Denny Wicaksono, mengatakan bahwa penerapan sistem E IPO ini memiliki sejumlah manfaat bagi seluruh pelaku pasar modal, baik itu investor, emiten, penjamin emisi, serta para perusahaan efek atau anggota bursa.

Intinya penerapan e-IPO ini guna meningkatkan proses penawaran umum. Baik efisiensinya, efektivitasnya, dan terutama transparansinya. Dengan e-IPO, calon investor bisa melihat informasi perusahaan – perusahaan yang sedang IPO serta membeli saham IPO dengan mudah.

Informasi tersebut antara lain tahap publikasi atau pra efektif, penawaran awal atau book building, penawaran umum atau offering, penjatahan, dan penawaran umum selesai. Jika ingin investasi saham, Anda perlu tahu dulu apa RDN, SID, dan juga SRE.

  • RDN (Rekening Dana Nasabah) merupakan rekening dana pada bank administrasi atas nama nasabah (yang terpisah dari rekening dana milik sekuritas) yang digunakan untuk menyelesaikan transaksi saham.
  • SID (Single Investor Investor Identification) merupakan nomor tunggal identitas investor pasar modal Indonesia yang diterbitkan KSEI.
  • SER (Sub Rekening Efek) sendiri merupakan rekening efek yang digunakan untuk menyimpan portofolio saham atas nama nasabah yang dicatatkan pada KSEI.

Mengutip dari laman e-IPO, berikut dibawah ini 5 cara beli saham di BEI melalui e-IPO :

  1. Registrasi

Pertama, lakukan registrasi. Registrasi ini dilakukan dengan cara memasukkan alamat email Anda, lalu mengisi tipe investor, apakah individu atau institusi. Setelah itu, Anda perlu melakukan authentication email serta memasukkan kode OTP yang dikirimkan. Lalu, masukkan password Anda.

  1. Verifikasi

Langkah kedua adalah memilih broker atau sekuritas yang Anda percayai. Selanjutnya, pilih registrasi Single Investor Identification (SID) bagi Anda yang sudah terlebih dahulu memiliki nomor SID dan Sub Rekening Efek (SRE) untuk Anda yang belum memiliki SID.

Setelah itu, Anda perlu melakukan verifikasi broker lalu lakukan login dan pesan saham IPO di laman e-IPO.

  1. Submitted

Setelah Anda melakukan login di akun e-IPO, kini saatnya Anda untuk melihat informasi perusahaan yang sedang IPO. Selanjutnya, lakukan pemilihan saham yang akan dibeli untuk kemudian klik tombol More Infor.

Tekan tombol Place Order, dan kemudian mengisi formulir pemesanan, lalu klik Send. Selanjutnya masukkan kode OTP yang sudah dikirimkan pada Anda.

  1. Rekening Dana Nasabah (RDN)

Hal yang tak kalah penting sebelum membeli saham, yaitu memiliki saldo RDN. Anda akan dihubungi oleh pihak perusahaan melalui email untuk persetujuan pembelian saham. Jika Anda sudah selesai melakukan verifikasi, maka pembelian saham IPO bisa langsung disetujui. Kemudian, Anda perlu membaca serta menyetujui prospectus dimasa bookbuilding.

  1. Menerima Saham IPO

Jika Anda sudah teregistrasi, Anda bisa langsung melihat penjatahan dari proses pembelian saham IPO dengan meng-klik history. Kemudian akan muncul status Alloted jika Anda memperoleh saham sesuai pesanan.

Namun, jika muncul status dengan tulisan ‘Alloted with Scale Back’, artinya penjatahan Anda akan disesuaikan. Sementara, jika status yang muncul bertuliskan Not Alloted, artinya Anda tidak memperoleh penjatahan.

Dan untuk status Not Carried Over, artinya saham yang Anda pesan tidak bisa dilanjutkan untuk proses penjatahan.